sajak seperempat
langit yang hitam masih kering tertawa
semut pun tersenyum sinis padaku
melihat aku yang tetap bercumbu dengan khayal
menari kata dalam balutan puisi
membingkaikan rasa dalam bait
autis
aku bergulat dalam rasa
aku terhanyut dalam emosi
aku bergumam dalam imaji
aku berkutat dalam kata
aku berjalan mundur
menisani setiap jejak hari ini
